Twitter Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon

Sinopsis drama Suminten Edan dan Warok Suro Menggolo 0

Bagong HS | 05:58 | ,

Sinopsis drama ” Suminten Edan”


Warok Suro Menggolo, orang yang terkenal kaya raya, ditakuti banyak orang di daerahnya ini mempunyai seorang anak perempuan satu-satunya yang bernama Suminten. Warok Suro Menggolo dan Nyi Warok ( istrinya) sedang membicarakan tentang putri satu-satunnya. Warok merasa ada yang kurang dalam hidupnya, dia merasa bahwa sampai saat ini dia belum mempunyai menantu.dan percakapan itu didengar oleh emban dan Darmajdi( pembantu di rumah Warok)

Darmajdi mengusulkan kepada majikannya agar mengadakan sayembara untuk mendapatkan calon menantu untuk Suminten. Setelah dipikir dan dibicarakan bersma istrinya Warok akhirnya menerima usul Darmadji. Woro-woro ( Undang-Undang) di siarkan dengan syarat bahwa untuk menjdai menantu Warok Suro Menggolo adalah lelaki yang masih perjaka dan kaya raya.

Suminten yang mendengar rencana ayahandanya merasa sedih. Dia tidak setuju dengan rencana tersebut. Hal itupun diutarakanya pada darmadji, yang diinginkannya adalah orang yang mencintai dan menyanyanginya.

Tiba waktunya sayembara diadakan. Hanya ada tiga peserta sayembara, yaitu: pemuda Cina, Ki Joko Pinter dan Renaldi S.H seorang pengacara dan memiliki beberapa perusahaan. Peserta dari Cina dan Ki Joko Pinter gagal dalam tes keperjakaan, dan akhirnya yang berhasil terpilih menjadi menantu Warok Suro Menggolo adalah Renaldi.

Warok memerintahkan embannya untuk memanggil Suminten untuk bertemu dengan calon suaminya. Pada saat masuk kedalam ternyata Suminten tidak ada di kamarnya, embanya mengatakan bahwa Suminten kini telah Edan ( gila ). Warok suro menggolo dan istrinya sangat terpukul sementara itu Renaldi tidak mau menjadi suami dari manita gila.

Suminten berjalan ke desa bertemu banyak orang dan juga teman-temannya, mereka takut melihat suminten yang menjadi gila. Pada saat bersamaan Warok bersama istri dan embannya menemukan putrinya yang gila. Mereka berusaha menyadarkan Suminten namun tidak berhasil. Darmadji mengatakan kepada tuannya bahwa putrinya seperti itu akibat dari ayahnya yang tidak pernah peduli dengan perasaan putrinnya, egois dan menang sendiri dan Suminten bisa sembuh jika ada kasih sayang . Setelah berusaha disembuhkan akhirnya Suminten sadar .

Pada saat Suminten sadar dia mnegatakan bahwa sebenarnya dia tidak gila, dia hanya pura-pura saja, karena suminten tidak mau menikah dengan orang yang tidak dicintainnya. Selama ini dia mencintai Darmadji pembantu dirumahnya dan begitu juga dengan Darmadji. Hal itu membuat murka Warok Suro Mengolo, namun pada akhirnya Suminten dan Darmadji berhasil menyadarkan ayahannya, sehingga mereka setuju dengan keputusan Suminten dan merestui pernikaan putrinnya.



Warok Suromenggolo


Warok Suromenggolo adalah salah satu warok yang terkenal kesaktiannya dan sifatnya yang ksatria. Di kisahkan pada zaman dulu Kadipaten Trenggalek rusuh dan tidak tentram karena sering terjadi pencurian, perampokan dan keonaran. Adipati Trenggalek meminta tolong seorang Warok Gunaseco atau Ki Secodarmo untuk menumpas para permbuat onar tersebut dan berhasil. Kadipaten Trengalek kembali tentram dan damai. Sebagai tanda terima kasih, Adipati Trenggalek memberikan hadiah dan ganjaran kepada Ki Secodarmo dan kerabat serta murid-muridnya, bahkan anak Ki Secodarmo yang bernama Roro Suminten diangkat menjadi menantu dan akan dipersandingkan dengan putra Sang Adipati yang bernama Raden Subroto.

Tetapi, diam-diam Raden Subroto menghilang dari kadipaten karena dia tidak bersedia menjalani perkawinan dengan Roro Suminten. Akibatnya, Ki Secodarmo dan kerabat yang telah menyiapkan pesta perkawinan sangat terpukul, bahkan Roro Suminten, calon pengantin menjadi gila…

Dalam pengembaraannya, Raden Subroto bertemu dengan Roro Warsiyani (Cempluk), anak Ki Suromenggolo, Warok dari Desa Ngampal keduanya pun saling jatuh cinta. Ki Suromenggolo senang menerima lamaran Raden Subroto, kemudian keduanya dipersandingkan menjadi suami isteri. Selajutnya, pengantin Subroto dan Cempluk boyong ke kadipaten Trenggalek. Dalam acara pesta penyambutan, Roro Suminten yang gila datang dan ikut menari kegirangan. Semua orang melihat, tapi tak ada yang mengenalinya sebagai Roro Suminten.

Warok Singo Korba, adik seperguruan Secodarmo merasa sakit hati melihat Cempluk bersanding bahagia. Di benaknya, Singo Kobra menganggap Cempluk sebagai penyebab gagalnya perkawinan dan gilanya Suminten. Dalam liputan dendam, Singo Korba menusuk Cempluk dengan keris saktinya lalu menghilang. Pesta menjadi hiruk pikuk dan gempar melihat Cempluk yang terkapar tak berdaya dan bermandi darah. Karena saktinya, Warok Suromenggolo dapat menyembuhkan Cempluk dengan batuna pusaka Ruyung Bang pemberian gurunya sang Batara Katong.

Melihat puteri kesayangannya di sakiti Suromenggolo tidak terima. Dia mencari Singo Kobra untuk membalas dendam. Dalam pencariannya Suromenggolo bertemu dengan Ki Secodarmo. Maka terbongkarlah duduk permasalahan yang sebenarnya. Namun begitu perkelahian tetap terjadi antara keduanya yang berakhir dengan tewasnya Ki Secodarmo. Singo kobra melihat kakak seperguruannya terbunuh ikut belah pati dengan menantang Suromenggolo duel yang menyebabkan Singo Kobra terbunuh dengan pusakanya sendiri.

Karena kebesaran hatinya, Warok Suromenggolo dengan kesaktiannya menyembuhkan Suminten dan meminta Raden Subroto untuk mengawini Suminten sebagai istri kedua. Tamat.


Related Post



0 Responses So Far: