Showing posts with label CASN 2021. Show all posts
Showing posts with label CASN 2021. Show all posts

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Sejarah Nasional Indonesia)

May 19, 2021 Add Comment

Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Sejarah Nasional Indonesia)

A. Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa yang diawali oleh adanya perbedaan pandangan antara kelompok muda dengan kelompok tua tentang waktu dan cara pelaksanaan proklamasi. Rengasdengklok adalah nama daerah yang berada di sebelah Utara Karawang, Jawa Barat. Alasan memilih Rengasdengklok karena Rengasdengklok menjadi satu-satunya daerah yang bebas dari kekuasaan Jepang serta letaknya yang jauh dari Jakarta. Arti pertemuan Rengasdengklok, bukti adanya keinginan semua pihak untuk hidup merdeka.

Tokoh yang terkait dalam peristiwa Rengasdengklok:

Golongan tua:

  1. Ir. Soekarno,
  2. Drs. Moh. Hatta, dan
  3. Ahmad Soebardjo.

Golongan muda :

  1. Sudanco Singgih,
  2. Yusuf Kunto,
  3. Sukarni,
  4. Sudanco Subeno, dan
  5. Iwa Kusumasumantri.

B. Arti Penting Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi merupakan puncak kesadaran berbangsa dan cita-cita kemerdekaan sejak lahirnya Boedi Utomo 1908. Proklamasi bukan akhir perjuangan dalam bentuk pemerintahan yang berdaulat, tetapi awal perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.


C. Kronologi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perumusan naskah proklamasi kemerdekaan. Tempat perumusan: rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.

Tokoh-tokoh penyusun naskah proklamasi:

  1. Ir. Soekarno,
  2. Drs. Moh. Hatta, dan
  3. Ahmad Soebardjo.
  4. Sudiro,
  5. B.M. Diah, dan
  6. Sukarni.
  7. Ir. Soekarno, dan
  8. Drs. Moh. Hatta

Tokoh-tokoh saksi penyusunan naskah proklamasi:

Tokoh pengetik naskah proklamasi: Sayuti Melik

Tokoh yang menandatangani naskah proklamasi: Atas usul Sukarni, naskah proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Upacara proklamasi kemerdekaan

Awalnya, sesuai kesepakatan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dibacakan pada 17 Agustus 1945 di lapangan Ikada namun ternyata pasukan Jepang telah mengepung. Kemudian, pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan diselenggarakan di rumah Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta untuk menghindari bentrokan antara rakyat dan pasukan Jepang. Proses proklamasi dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB. 

Penyebaran berita proklamasi kemerdekaan 

Berita proklamasi kemerdekaan disebarluaskan melalui:

  1. Kantor berita Domei
  2. Radio
  3. Kawat telepon
  4. Surat kabar
  5. Utusan (kurir) ke berbagai daerah
  6. Pamflet, poster, dan coretan-coretan pada tembok

Proses pembentukan negara dan pemerintahan Republik Indonesia 

Unsur-unsur yang harus dilengkapi bagi berdirinya negara baru adalah:

  1. Rakyat
  2. Wilayah
  3. Pemerintahan yang berdaulat
  4. Pengakuan dari negara lain Indonesia memperoleh pengakuan dari negara lain pertama kali, yaitu Mesir.

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) (Sejarah Nasional Indonesia)

May 19, 2021 Add Comment
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) (Sejarah Nasional Indonesia)

  1. Alasan Jepang membentuk BPUPKI
    • Pada akhir 1944, posisi Jepang di berbagai kawasan mulai terdesak. Keadaan ini terjadi karena beberapa hal sebagai berikut.
      1. Jepang terus menerus mengalami kekalahan dari serbuan Sekutu dalam Perang Pasifik.
      2. Perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia dan tentara PETA.
    • Pada 17 Juli 1944, Perdana Menteri Hideki Tojo meletakkan jabatan dan diganti oleh Jenderal Kuniaki Koiso. 
      Tugas utama perdana menteri baru (Jenderal Kuniaki Koiso) adalah memulihkan kewibawaan Jepang di hadapan bangsa-bangsa Asia yang baru saja dibebaskan oleh Jepang dari cengkeraman imperialis Eropa. Langkah politik Perdana Menteri Koiso terhadap Indonesia, antara lain:
      1. Menjanjikan kemerdekaan Indonesia di depan parlemen Jepang.
      2. Bendera merah putih boleh dikibarkan berdampingan dengan bendera Jepang. Jepang memberikan janji tersebut agar rakyat Indonesia tidak mengadakan perlawanan terhadap Jepang.
    • Pada 1 Maret 1945, diumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepangnya Dokuritsu Junbi Cosakai.

  2. Peresmian BPUPKI
    • BPUPKI secara resmi berdiri pada 28 Mei 1945.
    • Ketua : K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.
    • Anggota: 67 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh utama pergerakan nasional Indonesia dari berbagai daerah dan aliran.

  3. Sidang BPUPKI
  4. Sidang BPUPKI diselenggarakan untuk menyusun dasar dan konstitusi Negara Indonesia
    1. Sidang I: 29 Mei-1 Juni 1945
    2. Tujuan : Merumuskan dasar negara Indonesia.
      1. Pada 29 Mei 1945 
        Muh. Yamin mengemukakan lima asas dasar negara kebangsaan Republik Indonesia, yaitu:
        1. Peri kebangsaan
        2. Peri kemanusiaan
        3. Peri ketuhanan
        4. Peri kerakyatan
        5. Kesejahteraan rakyat
      2. Pada 31 Mei 1945
      3. Prof. Dr. Mr. Soepomo menyampaikan dasar-dasar untuk Indonesia merdeka, yaitu
        1. Persatuan
        2. Kekeluargaan
        3. Keseimbangan lahir batin
        4. Musyawarah
        5. Keadilan rakyat
      4. Pada 1 Juni 1945 
        lr.Soekarno mengemukakan lima rumusan dasar Negara Indonesia merdeka, yaitu
        1. Kebangsaan Indonesia
        2. lnternasionalisme atas perikemanusiaan
        3. Mufakat dan demokrasi
        4. Kesejahteraan sosial
        5. Ketuhanan Yang Maha Esa

        BPUPKI membentuk panitia kecil yang dikenal Panitia Sembilan, terdiri dari: 
        Ketua: Ir. Soekarno 
        Anggota:
        • Drs. Moh. Hatta
        • Muh.Yamin
        • Ahmad Soebarjo
        • A.A. Maramis
        • Abdulkahar Muzakkir
        • Wahid Hasyim
        • Haji Agus Salim
        • Abi kusno Cokrosuyoso
    3. Pada 22 Juni 1945
    4. Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja Panitia Sembilan yang memuat rancangan asas dan tujuan Indonesia merdeka. Dokumen laporan tersebut dikenal dengan nama Piagam Jakarta. Rumusan dasar Negara Indonesia merdeka berdasarkan Piagam Jakarta sebagai berikut.
      1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
      2. Menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
      3. Persatuan Indonesia.
      4. (Dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
      5. (Serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
    5. Sidang II : 10-17 Juli 1945
    6. Tujuan : Membahas rencana undang-undang dasar, termasuk pembukaan atau preambulenya oleh Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar yang diketahui oleh Ir. Soekarno. 
      Hasil keputusan sidang II:
      1. Rancangan Hukum Dasar Negara Indonesia Merdeka.
      2. Piagam Jakarta menjadi pembukaan Hukum Dasar itu.
      Pembukaan Hukum Dasar diambil dari Piagam Jakarta dengan beberapa perubahan sebagai berikut.
      1. Pada alinea ke-4, perkataan Hukum Dasar diganti dengan Undang-Undang Dasar.
      2. "... berdasarkan kepada kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab" 
        diganti dengan 
        "berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab"
      3. Di antara "Permusyawaratan perwakilan" dalam Undang-Undang Dasar ditambah dengan garis miring (/).

Konflik Indonesia dengan Belanda (Sejarah Nasional Indonesia)

May 19, 2021 Add Comment
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Konflik Indonesia dengan Belanda (Sejarah Nasional Indonesia)

A. Konflik Indonesia dengan Belanda


Faktor penyebab konflik lndonesia-Belanda adalah kedatangan tentara Sekutu dan NICA
  • Pada 14 Agustus 1945 
    Peristiwa menyerahnya Jepang kepada Sekutu menunjukkan secara de jure (berdasarkan hukum) wilayah jajahan Jepang dikuasai Sekutu sebagai pihak yang menang dalam Perang Dunia II.
  • Pada 29 September 1945 
    Pasukan Sekutu mendarat di Indonesia bertugas melucuti tentara Jepang. Namun, komando pertahanan Sekutu di Asia Tenggara yaitu South East Asia Command (SEAC) membentuk suatu komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. AFNEI memiliki tugas utama mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang. Karena Sekutu secara diam-diam membawa orang-orang Netherland Indies Civil Administration (NICA) atau pegawai-pegawai Belanda, bangsa Indonesia curiga dan akhirnya menimbulkan permusuhan. 
    Kedatangan Belanda (NICA) berupaya untuk menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia dengan cara mempersenjatai kembali Koninklijk Netherland lndisch Leger (KNIL). KNIL adalah tentara kerajaan Belanda yang ditempatkan di Indonesia. Orang-orang NICA dan KNIL yang berada di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mengadakan provokasi sehingga memancing kerusuhan.


B. Pengaruh Konflik lndonesia-Belanda


  1. Terbentuknya negara-negara bagian
  2. Belanda menghendaki sebanyak mungkin negara bagian dalam RIS sebagainegarabonekanya.Negara­ negara yang dibentuk Belanda sebagai berikut.
    1. Negara Indonesia Timur (Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku).
    2. Negara Sumatra Timur.
    3. Negara Madura.
    4. Negara Pasundan.
    5. Negara Sumatra Selatan.
    6. Negara Jawa Timur.
  3. Perjuangan kembali ke Negara Republik Indonesia
  4. Pada 17 Agustus 1950, bangsa Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Presiden Soekarno menandatangani rancangan undang-undang yang dikenal dengan UUDS pada 15 Agustus 1950.


C. Perjuangan Rakyat Indonesia di Berbagai Daerah


Konflik lndonesia-Belanda menimbulkan pergerakan dalam bentuk perjuangan oleh rakyat Indonesia di berbagai daerah sebagai berikut.

  1. Pertempuran Surabaya
  2. Pada awalnya, pemerintah Jawa Timur tidak mau menerima kedatangan Sekutu, namun akhirnya ada kesepakatan sebagai syarat Sekutu lnggris diperbolehkan memasuki kota Surabaya, yaitu
    1. lnggris berjanji tidak mengikutsertakan angkatan perang Belanda.
    2. Menjalin kerja sama antara Inggris dengan Indonesia untuk menciptakan keamanan dan perdamaian.
    3. Akan dibentuk kontak biro agar kerja sama berjalan lancar.
    4. lnggris hanya akan melucuti senjata Jepang.
    Ternyata, pada pelaksanaannya lnggris mengingkari kesepakatan tersebut berupa:
    • Pada tanggal 26 Oktober 1945, lnggris melakukan penyergapan ke penjara Kalisosok.
    • lnggris menyebarkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata mereka.
    Rakyat Surabaya meresponsnya dengan mengangkat senjata melawan Sekutu lnggris pada 27 Oktober 1945. 
    Untuk menghindari kontak senjata yang meluas, Presiden Soekarno mengadakan perundingan dengan Jenderal D.C. Hawthorn. Namun, hasil perundingan tersebut dilanggar kembali oleh Sekutu lnggris. Akhirnya, kontak senjata tidak dapat dihindari dan kembali meletus pada 10 November 1945 yang dikenal sebagai Pertempuran Surabaya. Pada pertempuran tersebut, Bung Torno melalui siaran radio berpidato untuk membangkitkan semangat juang arek-arek Surabaya. 
  3. Pertempuran Ambarawa
  4. Penyebab Pertempuran Ambarawa adalah kedatangan tentara Sekutu di Semarang, yang pada awalnya bertujuan untuk mengurus tawanan perang. Namun, secara diam-diam Sekutu yang diboncengi NICA telah mempersenjatai para bekas tawanan perang di Ambarawa dan Magelang sehingga pecahlah Pertempuran Ambarawa antara TKR dengan tentara Sekutu pada 21 November-15 Desember 1945. 
  5. Pertempuran Medan Area
  6. Pemicu Pertempuran Medan Area adalah ketika lencana merah putih diinjak-injak oleh tamu di sebuah hotel. Para pemuda kemudian menyerbu hotel tersebut sehingga mengakibatkan banyak korban luka-luka. Pertempuran pertama kali pecah pada 13 Oktober 1945. Bentrokan antara tentara Sekutu dengan rakyat kemudian menjalar ke seluruh Kota Medan, yang dikenal dengan nama Pertempuran Medan Area.


D. Perjuangan Bangsa Indonesia merebut lrian Barat


Konflik lndonesia-Belanda kembali memanas dalam hal perebutan lrian Barat. Merujuk pada salah satu keputusan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diselenggarakan pada 23 Agustus-2 September 1949, kejelasan mengenai kedudukan lrian Barat akan ditentukan selambat-lambatnya satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
Namun nyatanya setelah ditunggu bertahun-tahun, Belanda tidak juga mau membicarakannya. Oleh karena itu, bangsa Indonesia memutuskan untuk berjuang merebut lrian Barat kembali. Dalam perjuangan tersebut, bangsa Indonesia menggunakan berbagai upaya melalui:
  • jalur konfrontasi, dan
  • jalur diplomasi.
  1. Jalur konfrontasi
  2. Perjuangan melalui konfrontasi dilakukan dengan cara konfrontasi politik, ekonomi, dan militer.
    • Pada 19 Desember 1961
    • Presiden Soekarno mengeluarkan komando yang terkenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora) dalam suatu rapat raksasa di Yogyakarta. 
      Isi Trikora adalah sebagai berikut.
      1. Gagalkan pembentukan Negara Papua buatan Belanda kolonial.
      2. Kibarkan sang merah putih di lrian Barat, tanah air Indonesia.
      3. Bersiaplah untuk mobilitas umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.
      Dengan dikeluarkannya Trikora, mulailah konfrontasi total yang bersifat menyeluruh terhadap Belanda.
    • Pada Januari 1962
    • Pemerintahan membentuk Komando Mandala Pembebasan lrian Barat yang berkedudukan di Makassar. 
      Panglima Komando Mandala: Mayor Jenderal Soeharto. 
      Operasi-operasi yang direncanakan Komando Mandala di lrian Barat, dibagi dalam tiga fase yaitu:
      1. Fase infiltrasi (sampai akhir 1962).
      2. Fase eksploitasi (mulai awal 1963).
      3. Fase konsolidasi (awal 1964).

  3. Jalur diplomasi
  4. Kesungguhan Indonesia merebut kembali lrian Barat mengundang simpati diplomat Amerika Serikat (AS) untuk mengusulkan rencana penyelesaian masalah lrian Barat. Atas desakan Amerika Serikat, Belanda menerima dan menandatangani Persetujuan New York pada 15 Agustus 1962. 
    Isi Perjanjian New York sebagai berikut.
    1. Pemerintah Belanda akan menyerahkan lrian Barat kepada penguasa pelaksana sementara PBB, yaitu United Nation Temporary Executive Authority (UNTEA) pada 1 Oktober 1962.
    2. Pada 1 Oktober 1962, bendera PBB akan berkibar di lrian Barat, berdampingan dengan bendera Belanda yang selanjutnya akan diturunkan pada 31 Desember 1962 untuk digantikan oleh bendera Indonesia mendampingi bendera PBB.
    3. Pemerintah UNTEA berakhir pada 1 Mei 1963 dan pemerintahan selanjutnya diserahkan kepada pihak Indonesia.
    4. Pemulangan orang-orang sipil dan militer Belanda harus sudah selesai pada 1 Mei 1963.
    5. Rakyat lrian Barat diberi kesempatan untuk menyatakan pendapatnya tetap dalam wilayah RI atau memisahkan diri dari RI. Wujud nyata dari pelaksanaan Persetujuan New York adalah diselenggarakannya Pepera. Hasil Pepera disetujui PBB pada 19 November 1969 dan membuktikan bahwa lrian Barattetap bagian dari Republik Indonesia.

Pergerakan Nasional (Sejarah Nasional Indonesia)

May 19, 2021 Add Comment
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pergerakan Nasional (Sejarah Nasional Indonesia)

A. Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional

Kegagalan para pendahulu bangsa Indonesia dalam melakukan perlawanan terhadap Kolonialis Barat membuat para pejuang mencari strategi baru dalam mencapai kemerdekaan. Strategi baru yang dilakukan dengan mendirikan organisasi modern.

B. Faktor-Faktor yang Mendorong Timbulnya Pergerakan Nasional

  1. Faktor intern (dari dalam)
    1. Penderitaan rakyat yang berkepanjangan.
    2. Kenangan kejayaan masa lalu.
    3. Lahirnya golongan terpelajar.

  2. Faktor ekstern (dari luar)
    1. Timbulnya paham-paham baru seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme, dan sosialisme.
    2. Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905.
    3. Gerakan Turki Muda.
    4. Revolusi nasional Cina.


C. Organisasi Pergerakan Nasional di Indonesia


  1. Budi Utomo
  2. Tokoh pelopor: 
    Wahidin Sudirohusodo.
    Lahir : 20 Mei 1908 
    Ketua : dr. Sutomo 
  3. Sarekat Islam (SI)
  4. Tokoh pendiri : H. Samanhudi 
    Lahir : di Surakarta pada tahun 1911 
    Organisasi SI semula bernama Sarekat Dagang Islam (SDI), untuk memperluas gerak usahanya maka SDI diubah menjadi SI. Pada tahun 1921 SI pecah menjadi dua, yaitu: SI Merah pimpinan Semaun dan SI Putih pimpinan H.O.S. Cokroaminoto. 

  5. lndische Partij
  6. Tokoh pendiri: Tiga serangkai
    • Dr. Douwes Dekker,
    • dr. Cipto Mangunkusumo, dan
    • Suwardi Suryaningrat.
    Lahir: di Bandung, tanggal 25 Desember 1912 
    Usaha-usaha yang dilakukan, antara lain:
    1. menerapkan cita-cita kesatuan nasional Indonesia;
    2. berusaha mendapatkan persamaan hak bagi semua orang Indonesia (Hindia);
    3. memperbesar pengaruh pro Hindia (Indonesia) di dalam pemerintahan;
    4. memperbaiki ekonomi rakyat Indonesia dengan memperkuat mereka yang lemah ekonominya.

  7. Perhimpunan Indonesia (Pl)
  8. Tokoh pendiri: Para mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda, antara lain
    • R.P. Sosrokartono dan
    • R. Husein Jayadiningrat.
    Kegiatan Pl pada mulanya mengadakan pertemuan antar-anggota untuk mendiskusikan nasib bangsa. Pl menerbitkan majalah Hindia Poetera untuk memuat tulisan para anggotanya. 
  9. Partai Nasional Indonesia (PNI)
  10. Tokoh pendiri : Ir. Soekarno 
    Lahir : di Bandung pada 4 Juli 1927 
    Pada tahun 1930, para tokoh PNI ditangkap karena kegiatan-kegiatannya dianggap membahayakan kolonialis Belanda. 
  11. Partai Indonesia Raya (Parindra)
  12. Lahir: 25 Desember 1935 
    Parindra merupakan gabungan dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia. 
    Usaha-usaha yang dilakukan Parindra, antara lain:
    • Pendidikan kepada rakyat.
    • Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.
    • Meningkatkan kesejahteraan rakyat.

  13. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
  14. Tokoh pendiri : A.K. Gani, Mr. Moh. Yamin, dan Mr. Amir Syarifudin. 
    Lahir: di Jakarta pada 24 Mei 1937 
    Tujuan Gerindo untuk Indonesia merdeka dengan asas nasionalis dan demokrasi. 
  15. Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
  16. Lahir: 21 Mei 1939 
    GAPI merupakan gabungan dari partai-partai politik yang ada di Indonesia. 
    Latar belakang terbentuknya GAPI, yaitu menuntut kemerdekaan Indonesia dari pemerintahan Belanda secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 10 tahun. 
  17. Pergerakan wanita
  18. Tokoh pelopor: R.A. Kartini 
    R.A. Kartini memengaruhi kaum wanita untuk memperjuangkan emansipasi. Oleh karena itu, muncullah tokoh-tokoh wanita, antara lain:
    1. Dewi Sartika mendirikan "Sekolah Kautamaan lstri" di Bandung, pada 1954.
    2. R.A. Sabarudin dan R.A. Sutinah Joyopranoto mendirikan Putri Merdiko.
    Perkembangan dari pergerakan wanita adalah kongres wanita Indonesia yang diadakan pada 22-28 Desember 1928 di Yogyakarta. Berdasarkan hasil kongres, terbentuklah Perserikatan lstri Indonesia (PII).

Pendudukan Militer Jepang di Indonesia (Sejarah Nasional Indonesia)

May 19, 2021 1 Comment
Materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Pendudukan Militer Jepang di Indonesia (Sejarah Nasional Indonesia)

A. Pendudukan Militer Jepang di Indonesia


  1. Awai masuknya Jepang di Indonesia
  2. Faktor-faktor penyebab Jepang berhasil masuk ke Asia Timur dan Asia Tenggara adalah
    1. Jepang berhasil menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai, pada tanggal 7 Desember 1941.
    2. Negara-negara induk (lnggris, Prancis, dan Belanda) sedang menghadapi peperangan di Eropa melawan Jerman.
    3. Bangsa-bangsa Asia sangat percaya dengan semboyan Jepang "Tiga A".
      • Jepang Pemimpin Asia
      • Jepang Cahaya Asia
      • Jepang Pelindung Asia

  3. Tujuan masuknya Jepang di Indonesia
  4. Tujuan awal Jepang masuk ke Indonesia untuk menanamkan kekuasaannya dan menjajah Indonesia. 
  5. Kebijakan pemerintah Jepang
    1. Bidang ekonomi
      1. Perluasan areal persawahan untuk meningkatkan produksi beras.
      2. Melakukan pengawasan pertanian dan perkebunan yang bertujuan untuk mengendalikan harga barang.
    2. Bidang pemerintahan
      1. Pemerintahan pendudukan Jepang adalah pemerintahan yang sangat diktator.
      2. Untuk memudahkan pengawasan, pemerintahan dibagi menjadi beberapa bagian yang bertujuan agar semua daerah dapat dikendalikan untuk kepentingan pemerintahan bala tentara Jepang.
    3. Bidang militer
      1. Bangsa Indonesia hampir selalu dilibatkan dalam berbagai organisasi, baik militer maupun semiliter, dengan tujuan bangsa Indonesia mau membantu pemerintahan Jepang dalam usaha untuk memenangkan peperangan melawan sekutu.
      2. Beberapa organisasi militer yang dibentuk pemerintahan Jepang sebagai berikut.
        • Seinendan (barisan pemuda)
        • Keibodan (barisan pembantu polisi)
        • Fujinkai (barisan wanita)
        • Heiho (pembantu prajurit Jepang)
        • Syuisyintai (barisan pelopor)
        • Jawa Hokokai (perhimpunan kebaktian rakyat Jawa)
        • PETA(Pembela Tanah Air)
    4. Bidang sosial budaya
      1. Pada masa pemerintahan Jepang, media massa diawasi dengan ketat.
      2. Namun demikian, surat kabar dan radio ikut berfungsi memperluas perkembangan bahasa Indonesia.

B. Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Jepang



Perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang melalui berbagai perjuangan seperti berikut.
  1. Perjuangan melalui organisasi buatan Jepang
  2. Dengan cara: Memanfaatkan gerakan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA). 
    Lahir: 1 Maret 1943 
    Pimpinan : Empat serangkai
    • Ir. Soekarno,
    • Moh. Hatta,
    • Ki Hajar Dewantara, dan
    • K.H. Mas Mansyur.
    Tujuan PUTERA:
    • Agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang.
    • Namun, oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang.
  3. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
  4. Ketua : Ir. Soekarno 
    Kepala sekretariat: Sudiro 
    Anggota:
    • Chaerul Saleh,
    • Asmara Hadi,
    • Sukardjo Wiryopranoto, dan
    • Otto lskandar Dinata.
    Tujuan: Penyalur aspirasi nasionalisme.
  5. Memanfaatkan Badan Penasihat Pusat (Chuo Sangi In)
  6. Lahir: 5 September 1943, atas dasar anjuran Jenderal Hideki Tojo (Perdana Menteri Jepang). 
    Ketua: Ir. Soekarno 
    Anggota: 23 orang Jepang dan 20 orang Indonesia 
    Tujuan:
    • Tugas badan ini adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia).
    • Para pemimpin Indonesia memanfaatkan Chuo Sangi In untuk menggembleng kedisplinan.
  7. Perjuangan melalui organisasi Islam Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI)
  8. Lahir: 21 September 1937 
    Tokoh pelopor:
    • K.H. Mas Mansur,
    • K.H. Wahab Hasbullah, dan
    • Wondoamiseno.
    MIAI merupakan perkumpulan organisasi Islam. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, organisasi ini tetap diperbolehkan berdiri. Hal ini merupakan pendekatan Jepang terhadap golongan nasionalis Islam agar umat Islam tidak melakukan kegiatan-kegiatan politik.
  9. Perjuangan melalui gerakan bawah tanah (sembunyi-sembunyi)
    1. Gerakan kelompokSutan Syahrir
    2. Gerakan kelompok Amir Syarifuddin
    3. Golongan persatuan mahasiswa
    4. Kelompok Sukarni
    5. Kelompok pemuda Menteng 31
  10. Perjuangan bersenjata
  11. Perjuangan bersenjata adalah perlawanan menggunakann senjata.
    1. Perjuangan bereajata yang dilakukan rakyat
      • Perlawanan rakyat di Cot Pieing, Aceh, pada 10 November 1942.
      • Perlawanan rakyat di Pontianak pada 16 Oktober 1943.
      • Perlawanan rakyat di Singaparna, Jawa Barat, pada 25 Februari 1944.
      • Perlawanan rakyat di Cidempet, lndramayu, pada 30 Juli 1944.
      • Perlawanan rakyat di lrian Jaya, pada 1944.
    2. Perlawanan bersenjata yang dilakukan PETA
      • Perlawanan PETA di Blitar, pada 29 Februari 1945.
      • Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh, pada November 1944.
      • Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap, pada April 1945.