Showing posts with label geofisika. Show all posts
Showing posts with label geofisika. Show all posts

Resistivits Batuan

December 20, 2017 Add Comment
Resistivitas (hambatan jenis) batuan adalah daya hambat dari batuan terhadap aliran listrik (kebalikan dari konduktivitas batuan) dengan satuan unit: ohm-m. Batuan di bumi ini umumnya mempunyai sifat kelistrikan berupa daya hantar listrik (konduktivitas dan resistivitas) dan konstanta dielektrik. Konstanta dielektrik merupakan polarisasi material dalam suatu medium listrik. Konstanta dielektrik menentukan kapasitas induktif efektif dari suatu material batuan dan merupakan respon statik untuk medan listrik AC maupun DC (Dobrin, 1998).

Ketentuan sifat kelistrikan batuan dinyatakan dengan perantaraan nilai tahanan jenis dan tidak dipengaruhi oleh susunan mineralnya melainkan terpengaruh oleh porositas, jumlah air yang terperangkap dalam pori-pori batuan dan derajat kegaraman air yang dikandungnya (Reynold, 1997 dalam Uchron, 2007). Besarnya hambatan suatu batuan tergantung dari hambatan elektrolit yang dikandung dan berbanding terbalik dengan porositas efektif serta kadar jenuhnya. Pada batuan kristalin yang memiliki porositas rendah, aliran elektrik terjadi pada retakan-retakan. Pada kenyatannya, banyaknya diskontinuitas akan menentukan besarnya hambatan. Terbukti bahwa besarnya hambatan batuan bervariasi, terutama pada lapisan tanah tidak konsolidasi (misalnya pasir).

Dari semua sifat fisika batuan dan mineral, resistivitas memperlihatkan variasi harga yang sangat banyak. Pada mineral-mineral logam, harganya berkisar pada 10-8 Ωm hingga 107 Ωm. Begitu juga pada batuan-batuan lain, dengan komposisi yang bermacam-macam akan menghasilkan range resistivitas yang bervariasi pula. Sehingga range resistivitas maksimum yang mungkin adalah dari 1,6 .10-8 (perak asli) hingga 1016 Ωm (belerang murni).
Konduktor biasanya didefinisikan sebagai bahan yang memiliki resistivitas kurang dari 10-8 Ωm, sedangkan isolator memiliki resistivitas lebih dari 107 Ωm. Dan di antara keduanya adalah bahan semikonduktor. Di dalam konduktor berisi banyak elektron bebas dengan mobilitas yang sangat tinggi. Sedangkan pada semikonduktor, jumlah elektron bebasnya lebih sedikit. Isolator dicirikan oleh ikatan ionik sehingga elektron-elektron valensi tidak bebas bergerak. 
Secara umum, berdasarkan harga resistivitas listriknya, batuan dan mineral dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
• Kondukror baik : 10-8 Ωm < ρ < 1 Ωm
• Konduktor pertengahan : 1 Ωm < ρ < 107 Ωm
• isolator : ρ > 107 Ωm
 (Telford W. And Sheriff, 1982)
Kebanyakan mineral membentuk batuan penghantar listrik yang tidak baik walaupun beberapa logam asli dan grafit menghantarkan listrik Resistivitas yang terukur pada material bumi utamanya ditentukan oleh pergerakan ion-ion bermuatan dalam pori-pori fluida. Air tanah secara umum berisi campuran terlarut yang dapat menambah kemampuannya untuk menghantar listrik, meskipun air tanah bukan konduktor listrik yang baik. 

Variasi resistivitas material bumi ditunjukkan dalam Tabel Variasi Material Bumi (Batuan) berikut:

Tabel 2 1 Variasi Nilai Resistivitas Bahan

Harga tahanan jenis batuan tergantung macam-macam materialnya, densitas, porositas, ukuran dan bentuk pori-pori batuan, kandungan air, kualitas dan suhu, dengan demikian tidak ada kepastian harga tahanan. Jenis untuk setiap macam batuan pada akuifer yang terdiri atas material lepas mempunyai harga tahanan jenis yang berkurang apabila makin besar kandungan air tanahnya atau makin besar kandungan garamnya (misal air asin). Mineral lempung bersifat menghantarkan arus listrik sehingga harga tahanan jenis akan kecil.


Daftar Pustaka:
Dobrin, Milton B.1998. Introduction to Geophysical Prospecting,edisi ke-4. Mc Graw Hill Book, Co. Singapore.
Reynold, J.M. 1997. Introduction to Applied and EnvironmentalGeophysics. John Willey And Son. New York.

Telford, Geldart and Sheriff.1976. Applied Geophysics, 2nd edition. Cambridge University Press. New York.

Sifat Kelistrikan Batuan

December 20, 2017 1 Comment
Batuan adalah material yang mempunyai daya hantar listrik dan harga tahanan jenis tertentu. Batuan yang sama belum tentu mempunyai tahanan jenis yang sama. Sebaliknya harga tahanan jenis yang sama bisa dimiliki oleh batuan batuan berbeda, hal ini terjadi karena nilai resistivitas atau tahanan jenis batuan memiliki rentang nilai yang bisa saling tumpang tindih.
 Sifat kelistrikan batuan adalah karakteristik dari batuan bila dialirkan arus listrik ke dalamnya. Arus listrik ini dapat berasal dari alam itu sendiri akibat terjadinya ketidak seimbangan ataupun arus listrik yang sengaja dimasukkan ke dalamnya. 
     Pada bagian batuan, atom-atom terikat secara ionik atau kovalen. Karena adanya ikatan ini maka batuan mempunyai sifat menghantarkan arus listrik. Aliran arus listrik di dalam batuan dan mineral dapat di golongkan menjadi tiga macam, yaitu konduksi secara elektronik, konduksi secara elektrolitik, dan konduksi secara dielektrik.
Konduksi secara elektronik. Konduksi ini terjadi jika batuan atau mineral mempunyai banyak elektron bebas sehingga arus listrik di alirkan dalam batuan atau mineral oleh elektron-elektron bebas tersebut. Aliran listrik ini juga di pengaruhi oleh sifat atau karakteristik masing-masing batuan yang di lewatinya. Salah satu sifat atau karakteristik batuan tersebut adalah resistivitas (tahanan jenis) yang menunjukkan kemampuan bahan tersebut untuk menghantarkan arus listrik. Semakin besar nilai resistivitas suatu bahan maka semakin sulit bahan tersebut menghantarkan arus listrik, begitu pula sebaliknya. Resistivitas memiliki pengertian yang berbeda dengan resistansi (hambatan), dimana resistansi tidak hanya bergantung pada bahan tetapi juga bergantung pada faktor geometri atau bentuk bahan tersebut, sedangkan resistivitas tidak bergantung pada faktor geometri.
Gambar 2. 3 Silinder dengan Panjang L dan Luas Penampang A

Jika di tinjau suatu silinder dengan panjang L, luas penampang A, dan resistansi R, maka dapat di rumuskan:
Di mana secara fisis rumus tersebut dapat di artikan jika panjang silinder konduktor (L) dinaikkan, maka resistansi akan meningkat, dan apabila diameter silinder konduktor diturunkan yang berarti luas penampang (A) berkurang maka resistansi juga meningkat. Di mana ρ adalah resistivitas (tahanan jenis) dalam Ωm. Sedangkan menurut hukum Ohm, resistivitas R dirumuskan :
Sehingga didapatkan nilai resistivitas (ρ)

namun banyak orang lebih sering menggunakan sifat konduktivitas (σ) batuan yang merupakan kebalikan dari resistivitas (ρ) dengan satuan mhos/m.
Di mana J adalah rapat arus (ampere/m 2 ) dan E adalah medan listrik (volt/m).
Konduksi secara elektrolitik. Sebagian besar batuan merupakan konduktor yang buruk dan memiliki resistivitas yang sangat tinggi. Namun pada kenyataannya batuan biasanya bersifat porus dan memiliki pori-pori yang terisi oleh fluida, terutama air. Akibatnya batuan-batuan tersebut menjadi konduktor elektrolitik, di mana konduksi arus listrik dibawa oleh ion-ion elektrolitik dalam air. Konduktivitas dan resistivitas batuan porus bergantung pada volume dan susunan pori-porinya. Konduktivitas akan semakin besar jika kandungan air dalam batuan bertambah banyak, dan sebaliknya resistivitas akan semakin besar jika kandungan air dalam batuan berkurang. Menurut rumus Archie:
di mana ρ e adalah resistivitas batuan, φ adalah porositas, S adalah fraksi pori-pori yang berisi air, dan ρ w adalah resistivitas air. Sedangkan a, m, dan n adalah konstanta. m disebut juga faktor sementasi. Untuk nilai n yang sama, schlumberger menyarankan n = 2.

Konduksi secara dielektrik. Konduksi ini terjadi jika batuan atau mineral bersifat dielektrik terhadap aliran arus listrik, artinya batuan atau mineral tersebut mempunyai elektron bebas sedikit, bahkan tidak sama sekali. Elektron dalam batuan berpindah dan berkumpul terpisah dalam inti karena adanya pengaruh medan listrik di luar, sehingga terjadi poliarisasi. Peristiwa ini tergantung pada konduksi dielektrik batuan yang bersangkutan, contoh : mika.


Artikel terkait:
Resestivitas Batuan
Metode Resistivitas

Multiatribut Seismik

December 20, 2017 Add Comment
Menurut Russel dalam teori multiatribut (2001) menyatakan bahwa metode multiatribut merupakan metode statistik beberapa atribut untuk memprediksi sebaran sifat reservoir. Analisis tersebut didasarkan pada hubungan antara log dengan data seismik di lokasi sumur. Statistik digunakan untuk mengestimasi dan mensimulasikan hubungan spasial variable pada parameter tujuan. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan yang sering terjadi bahwa satu variable di suatu area yang berdekatan adalah sama. Pernyataan tersebut didukung oleh Schlutz (1994) yang menyatakan bahwa korelasi dari data akan berkurang seiring dengan bertambahnya jarak pengukuran.
Analisis multiatribut melibatkan lebih dari satu atribut sekunder untuk memprediksi parameter utama. Metode ini menggunakan matriks kovariansi untuk memprediksi suatu parameter dari atribut input yang telah diberi bobot secara linier. Dari penjumlahan pembobotan atribut tersebut digunakan suatu fungsi aktivasi untuk mendapatkan kombinasi atribut yang paling baik digunakan dalam memprediksi parameter tujuan.
Dalam software Hampson-Russel alogaritma multiatribut yang digunakan ialah multi linier regression (MLR) dan artificial neural network (ANN). MLR merupakan metode untuk memprediksi sebuah nilai target berdasarkan beberapa variabel masukan. Secara matematis MLR dapat dituliskan sebagai
           ( 2.8)
Persamaan 2.8 menunjukkan multi linier regresi untuk mencari nilai y. koefisien b dan konstanta α dapat diketahui dengan cara meminimalkan selisih antara nilai target dengan nilai prediksi. Nilai tersebut dituliskan sebagai R2. Secara matematis untuk dapat meminimalkan selisih, didapatkan dari turunan pertama dari R2 terhadap masing-masing variabel input sama dengan nol.   
Prinsip dari metode ANN adalah dengan parameter input yang diproses sedemikian rupa di dalam hidden layer, kemudian diproses kembali didalam output layer untuk mengestimasi parameter output yang diinginkan. Penerapan metode ANN pada data seismik adalah dengan membuat suatu pembobotan pada parameter input untuk kemudian dijumlahkan sebagai hidden layer, kemudian menjadi input pada fungsi aktivasi  untuk menghasilkan parameter tujuan.
Fungsi aktivasi metode ANN berupa fungsi logsitik, dimana digunakan iterasi untuk menentukan jumlah parameter dan nilai pembobotan yang paling maksimal digunakan sebagai parameter input.           
  ( 2.9)

Beberapa atribut yang tersedia pada software Hampson-Russel ialah 17 atribut yang berasal dari turuan tras seismik dan eskternal atribut. Ketersediaan atribut terdapat dalam tabel 2.1. Atribut tersebut dapat dikombnasikan dengan transformasi nonlinier untuk menmbah variasi atribut.

Tabel  2.1 Ketersediaan atribut dalam analisis multiatribut dan transformasi nonlinier (Russel, 2001)
Atribut
Transformasi Nonlinier
Amlitudo envelop
Amplitude-weighted cosine phase
Amplitude-weighted frekuensi
Amplitude-weighted fase
Freuensi rata-rata
Polaritas semu
Kosinus fase sesaat
Turunan
Turunan amplitudo sesaat
Frekuensi dominan
Frekensi sesaat
Fase sesaat
Integrasi
Integrasi amlitudo absolut
Turunan kedua
Waktu
Inversi seismik
Natural log
Eksponensial
Kuadarat
Iversi
Akar kuadrat

Atribut sesaat didapatkan dari perhitungan tras kompleks C(t), yang terdiri dari tras seismik s(t), dan transformasi Hilbert h(t) yang seperti tras yang di geser 90 derajat. Berdasarkan tras komplek tersebut dapat diketahui amplop amplitudo (amplitude envelope) dan fase sesaatnya f(t). 

C(t)= s(t) + ih(t)                                                            ( 2.10 )
C(t)= A(t)eiϕ(t)                                                                           ( 2.11 )
C(t)= A(t)cosϕ(t)+iA(t)sinϕ(t)                                        ( 2.12 )
Dimana i = bilangan imajiner ( akar -1)

Dasar atribut sesaat yang ketiga adalah frekuensi sesaat ω(t). Frekuensi sesaat didapatkan dari turunan waktu fase sesaat.
ω(t) = dϕ(t)/dt

Pada akhirnya polaritas semu dari atribut adalah amplop amplitudo dikali dengan seismik pada nilai puncaknya.
Cos (ϕ(t)) = cosine instantaneous phase
A(t)cos (ϕ(t)) = amplitude weighted phase
A(t)ϕ(t) = amplitude weighted phase  
A(t)ω(t) = amplitude weighted frequnce

Windowed atribut frekuensi merupakan analisis atribut berdasarkan tras seismik. Proses tersebut memggunakan transformasi Fourier dari setiap tras seismik. Atribut ini dapat digunakan untuk menghitung rata-rata frekuensi amplitudo dan frekuensi dominan.
Filter frekuensi merupakan atribut yang menghitung frekuensi dengan range frekuensi yang ditentukan. Range frekuensi yang tersedia pada software HRS ialah 5/10 - 15/20 Hz, 15/20 - 25/30 Hz, 25/30 - 35/40 Hz, 35/40 - 45/50 Hz, 45/50 - 55/60 Hz, 55/60 - 65/70 Hz.
Atribut turunan (derivative) merupakan atribut turunan pertama ataupun turunan kedua dari tras seismik ataupun dari amplop amplitudonya. Penurunan dilakukan dengan persamaan berikut

Dimana si = nilai sesismik atau amplop amplitudo, d1 merupakan turunan pertama, d2 merupakan turunan kedua, dan ∆t merupakan sample rate.
Atribut terintegrasi merupakan atribut gabungan antara tras seismik maupun amplop amplitudo. Nilai terintegrasi dihitung dengan operasi penjumlahan, dengan persamaan sebagai berikut:
                ( 2.15)
Dimana si merupakan tras seismik atau amplop amplitudo, Ii merupakan nilai terintegrasi. Hasil dari penjumlahan integrasi seismik akan menghilangkan tren frekuensi rendah (emerge workshop teori and exercise).

Atribut waktu merupakan atribut yang menghitung waktu dari tras seismik dan menghasilkan tren terhadap waktu secara gradual.



Daftar Pustaka:
Russell, B. Hampson. 2001. Emerge Theory: Multiatibute Analysis. CGG Veritas.
Schultz, P. S. 1994. Seismik Guided Estimation of Log Properties. The Leading Edge. USA.

Inversi Seismik

December 19, 2017 Add Comment
Membuat model bawah permukaan dengan data seismik sebagai data utama dan data sumur sebagai kontrol (Sukmono dan Agus, 2001). Russel (1988) membagi metoda seismik inversi dalam dua kelompok, yaitu inversi pre-stack dan inversi post-stack. Pada penelitian ini akan dibahas inversi post-stack yang berhubungan dengan inversi amplitudo, dimana dalam inversi ini terdiri dari beberapa algoritma, yaitu inversi bandlimited (rekursif), inversi berbasis model (blocky) dan inversi sparse spike (linier programming).


Proses pemodelan inversi meliputi estimasi wavelet, dekonvolusi antara tras seismik dengan wavelet inversi, dan kalkulasi akustik impedan dari koefisien refleksi.
Teknik seismik inversi membangun model geologi dan mengkalkulasi respon seismik dari model berdasarkan data log, data pemboran, dan hukum  geologi. Kemudian membandingkan respon seismik pada model reservoir dengan data seismik sesungguhnya, memodifikasi parameter model hingga didapatkan hasil yang optimal dan konsisten dengan data seismik (Li, dkk, 2014).

Band limited

Inversi band limited disebut juga sebagai inversi rekursif. Menurut Russel (1988), inversi band limited merupakan metode inversi yang memanfaatkan pembatasan frekuensi, sehingga menyebabkan hilangnya komponen frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Nilai akustik impedan lapisan ke n+1 dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:
Nilai akustik impedan setiap layer dapat dikalkulasi dengan persamaan rekursif. Persamaan tersebut menyatakan bahwa jika impedansi akustik dan koefisienn refleksi dari lapisan pertama diketahui, maka  impedansi akustik lapisan kedua dapat dihitung.

Model Based

Metode inversi berbasiskan model (model based) adalah metode inversi yang mengimplementasikan pendekatan model geologi dengan data seismik (Sukmono dan Agus, 2001). Teknik yang digunakan ialah dengan membuat model blocky  rata-rata AI pada setiap lapisan. Kemudian nilai AI dirubah menjadi reflektivitas dengan persamaan rekursif. Koefisien reflektivitas dikonvolusikan dengan wavelet untuk menghasilkan tras seismik. Tras sintetik dikurangkan dengan tras seismik untuk mengetahui eror. Nilai AI dan ketebalan lapisan dimodifikasi dengan metode generalized linier inversion (GLI) dengan beberapa iterasi untuk menurunkan nilai eror.
GLI merupakan suatu metode untuk menganalisis beda eror antara output model dengan data observasi. Menurut Russel (1988) solusi untuk mendapatkan eror seminimal mungkin dapat dilakukan dengan persamaan matematis berikut:
Dimana F(M) merupakan data observasi,  F (M0nilai terhitung dari model inisial, [do F (M0) per do M] merupakan perubahan nilai yang dihitung, M0 adalah model inisial, dan M adalah model bumi sebenarnya. 

Sparse spike

Metode sparse spike mengasumsikan suatu model tertentu reflektivitas dan melakukan estimasi wavelet berdasarkan asumsi model tersebut. Metode ini memiliki kelebihan dengan adanya pengontrol ekstra, sehingga dapat digunakan sebagai full-bandwith reflektivitas (Sukmono dan Agus, 2001). Asumsi dasar dari metode dekonvolusi sparse spike adalah reflektivitas bumi terdiri atas suatu urutan refleksi besar yang disuperposisikan dari reflektivitas yang lebih kecil (Russel, 1988). Dari asumsi tersebut, dapat diturunkan fungsi obyektif yang dapat diminimalkan untuk mendapatkan reflektivitas yang paling sesuai dan kombinasi wavelet yang konsisten dengan asumsi statistika.
Menurut Russel (1988) komponen frekuensi rendah dan tinggi yang hilang pada inversi berbasiskan model dapat disuplai dari lapisan model geologi. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut
Dimana δ=0 jika t ≠ τj dan δ=1jika t = τj .berdasarkan persamaan di atas dekonvolusi dikontrol oleh spike utama (sparse spike) dari tras seismik dan koefisen refleksi kecil cenderung tidak akan diinversikan.

Perhitungan pemograman linier memberikan perhitungan yang lebih bervariasi jika dibandingkan dengan perhitungan L2 (Russel, 1988). Pemograman linier (L1) didefinisikan sebagai penjumlahan absolut dari nilai tras seismik. Sedangkan L2 didefinisikan sebagai akar dari kuadrat penjumlahan nilai tras seismik.

Wireline Log

December 19, 2017 Add Comment
Log merupakan suatu grafik kedalaman atau waktu dari suatu set data yang menunjukkan parameter diukur secara berkesinambungan di dalam sebuah sumur pemboran (Harsono, 1997). Prinsip dasar wireline log adalah mengukur parameter fisika formasi pada setiap kedalaman secara kontinyu di dalam sumur pemboran. Adapun parameter sifat-sifat fisik yang diukur antara lain kelistrikan, radioaktivitas, perambatan suara batuan. Parameter sifat-sifat fisik tersebut dapat diinterpretasikan secara kualitatif mengenai litologi dan jenis fluida pada formasi yang tertembus sumur serta secara kuantitatif yang meliputi ketebalan, porositas dan kejenuhan hidrokarbon. Dalam penelitian ini, data log yang digunakan adalah log Gamma Ray (GR), log sonik, log resistivitas, log densitas, log porositas, dan log kaliper sebagai control log.

basic-suite-of-wireline-logs (https://researchgate.net)

Log Kaliper

Log kaliper (CAL) merupakan log yang mengukur diameter  lubang sumur. Log caliper digunakan untuk identifikasi kualitas lubang sumur apakah sesuai dengan diameter pahat (on gauge),atau mengalami perubahan (defleksi). Adanya defleksi akan mempengaruhi pembacaan alat log lainnya. Menurut Yana dan Miftahul (dalam workshop petrofisika, 2016) batas besarnya nilai defleksi untuk data yang baik tidak lebih dari 2.5 inchi. Oleh sebab itulah, log kaliper digunakan sebagai quality control log log lain ketika diinterpretasikan.
Menurut Glover (1999) ukuran lubang bor dapat diidentifikasi sebab terjadinya. Diameter lubang yang sesuai dengan ukuran mata bor (bit), terjadi pada formaasi non-permiabel dengan litologi; massive sandstone, shale, batuan beku, dan batuan metamorf. Kondisi lubang bor yang lebih besar dari ukuran bit terjadi karena formasi lemah dan berongga, sehingga formasi larut dalam lumpur. Lubang bor yang lebih kecil dari ukuran bit terjadi karena formasi melebar (swell) dan menekan lubang bor. Selain itu juga dapat diakibatkan oleh adanya mudcake pada formasi poros dan permiabel.

Log Gamma Ray

Log Gamma Ray merupakan log pasif yang mengukur tingkat radioaktivitas bumi. Radioaktivitas bumi berasal dari unsur radioaktif yang terendapkan ketika proses geologi terjadi. Unsur radioaktif tersebut meliputi Uranium (U), Thorium (Th), dan Potasium (K). Unsur radioaktif tersebut akan memancarkan pulsa dengan energi radiasi tinggi, yang menimbulakn pulsa listrik pada detektor. Parameter yang direkam adalah jumlah pulsa yang tercatat persatuan waktu, dengan satuan Gamma Ray American Petroleum Institut (GAPI).  Satu GAPI = 1/200 dari tanggapan yang didapat dari kalibrasi standar formasi tiruan dengan kuantitas  yang diketahui dan diawasi oleh American Petroleum Institute (Harsono, 1997).
Gamma Ray dapat diindikasikan sebagai shale indikator. Karena log Gamma Ray memberikan respon yang sensitif terhadap shale. Batuan shale ketika terjadi pengendapan membawa unsur- unsur radioktif tersebut. Oleh karena sifat shale yang impermiabel maka unsur radioaktif terjebak dalam batuan. Sehingga memberikan niali radioaktifitas yang tinggi. Sedangkan pada lapisan permiabel unsure radioaktif cenderung akan terbawa (leaching) oleh material lain yang melewati batuan. Sehingga unsur radioaktif cenderuung berkurang. Akibatnya log gammbara sangat baik digunanakan sebagai indikator shale dan lapisan permiabel. Dimana shale meberikan nilai Gamma Ray tinggi dan lapisan permiabel memberikan respon Gamma Ray rendah.

Log Sonik

Log sonik merupakan hasil dari pengukuran waktu yang diperlukan (transit time) gelombang suara (energi akustik) untuk melintasi suatu batuan dengan ketebalan tertentu. Harga transit time ini tergantung pada jenis porositas batuan. Prinsip kerja log sonik adalah dengan memancarkan gelombang bunyi secara teratur pada alat pemancar, waktu penjalaran gelombang (Δt) akan dicatat pada alat penerima. Log sonik bersama dengan log densitas digunakan untuk menentukan nilai koefisien refleksi yang diperlukan dalam pembuatan sintetik seismogram (Rider, 1999).

Log Resistivity

Resistivitas batuan adalah kemampuan suatu batuan untuk menghambat arus listrik. Informasi mengenai resistivitas batuan berguna dalam mendeterminasi fluida dalam pori. Log resistivitas dapat digunakan sebagai indikator hidrokarbon dan air, dimana air formasi diindikasikan memiliki kandungan elektrolit tinggi sehingga memberikan nilai resistivitas yang rendah. Sedangkan, hidrokarbon cenderung memiliki resistivity yang rendah.
Pengukuran resisitivitas batuan pada lubang sumur sangat dipengaruhi oleh lumpur pemboran. Oleh karena itu, pengukuran resistivitas dibedakan menjadi tiga zona, yaitu zona terinvasi (flushed zone), zona peralihan (transition zone), dan zona tidak terinvasi (univaded zone). Zona terinvasi merupakan zona dekat lubang bor, yang terisi oleh lumpur filtrat. Zona peralihan adalah zona yang lebih dalam, dimana efek dari invasi lumpur tidak dominan terjadi.Zona tidak terinvasi merupakan zona paling dalam, dan merupakan zona yang tidak dipengaruhi oleh air lumpur filtrat. Penggunaan ketiga log reisitivitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengukuran resisitivitas terpengaruh oleh air lumpur filtrat. 

Log Densitas

Log densitas merupakan kurva hasil pengukuran dari densitas elektron dalam batuan. Prinsipnya log densitas adalah dengan memancarkan sinar gamma dengan intensitas tertentu oleh pemancar di dalam batuan, selanjutnya partikel sinar gamma akan bertumbukan dengan elektron-elektron dalam batuan. Semakin banyak elektron berarti semakin padat batuan tersebut sehingga sinar gamma yang kembali akan berkurang intensitasnya. Nilai densitas yang terukur merupakan nilai densitas total batuan atau disebut sebagai densitas bulk.

Log Neutron


Log Neutron adalah log yang mendeteksi kandungan atom hydrogen yang terdapat alam formasi. Prinsip dasar log Neutron adalah denga menembakkan atom Neutron ke formasi dengan energi yang tinggi. Partikel Neutron akan memancar menembus formasi dan bertumbukan dengan material hidrogen, akibat tumbukan tersebut Neutron akan kehilangan energi. Energi yang hilang akibat tumbukan tersebut disebut sebagai porositas formasi (fN). Neutron kehilangan energi yang besar ketika bertumbukan dengan atomdengan massayang hampir sama. Neutron adalah suatu partikel listrik netral yang memiliki massa hampir sama dengan atom Hidrogen



Daftar Pustaka:
Rider, Malcolm. 1999. The Geological Interpretation of Well Logs. Whittles Publishing Services. England.
Harsono, A. 1997. Evaluasi Formasi dan Aplikasi Log: edisi 8. Schlumberger Oilfield Services. Jakarta.
Glover, Paul. 1999. Caliper Log, Petrophysics Course Notes. USA.